Tampilkan postingan dengan label Kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

NDT (Non Destructive Test) - Dye Penetrant Inspection

Pada kali ini, saya akan membagikan pengalaman di kerja praktek dimana saat itu saya mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai jenis inspeksi baik di kapal, maupun di dalam bengkel galangan. Kebanyakan jika pemeriksaan dilakukan di dalam bengkel dan benda yang diuji berupa material, maka dilakukan pengetesan yang biasa disebut NDT ( Non Destructive Test) sedangkan jika melakukan pemeriksaan didalam kapal (survey bangunan baru), biasanya dilakukan pengecekan secara visual, bisa juga NDT namun lebih kepada pengecekan hasil lasan. NDT sendiri jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti pengujian tak merusak. Pengujian bertujuan untuk mengetahui apakah ada kerusakan atau crack baik pada material maupun pada hasil lasan. Dengan pengecekan ini, dapat diketahui apakah objek yang dilakukan pemeriksaan memenuhi persyaratan BKI atau tidak dan menentukan untuk pengeluaran sertifikat untuk objek itu. 

NDT jenisnya ada banyak, saat kerja praktek bulan ini (Januari 2014), saya berkesempatan melihat NDT untuk colour check (dye penetrant test), ultrasonic test, dan magnetic particel inspection. Namun, pada tulisan ini seperti pada judulnya saya akan membahas dulu tentang Dye Penetrant Test. 

Dye Penetrant Inspection atau orang galangan dan kelas menyebutnya colour check adalah melakukan kegiatan pemeriksaan keretakan dengan memanfaatkan sifat kapilaritas dan kontras warna. Test ini dilakukan bila objek yang menjadi bahan inspeksi adalah jenis non-ferros. Pada kerja praktek saya, pengecekan dilakukan pada poros propeller yang berbahan stainless.
 Foto poros yang hendak dites

Bagian poros yang diperiksa adalah bagian keyway. Apa itu keyway? Nah cari informasi sendiri ya di google atau lihat gambar disamping ini. Nah untuk memulai pengetesan dengan menggunakan metode dye penetrant inspection ini sebelumnya kita harus mengenal teori dari metode ini. Tahap-tahapnya sebagai berikut:
1. Cleaning
2. Aplikasi penetrant
3. Aplikasi pewarna contras
4. Inspeksi

Cleanner dan Pewarna Kontras
1. Cleaning.
Tahap ini memberikan celanner pada objek atau bagian yang akan dilakukan pengetesan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan objek-objek yang dapat mengganggu penetrant nantinya seperti debu, bekas material yang berukuran kecil, minyak dan lain-lainnya.
2.Aplikasi penetrant
Cairan penetrant ini bersifat encer dan sangat mudah meresap kedalam permukaan yang berpori oleh karena itu, cairan ini akan masuk kedalam bagian yang mengalami crack yang tidak dapat dilihat secara visual mata. Pada kerja praktek saya, cairan ini berwarna merah dan harus ditunggu setidaknya 5 menit sampai penetrant benar-benar bekerja dan mengering.
3. Aplikasi pewarna kontras
Setelah pemberian cairan penetrant, maka langkah selanjutnya adalah pemberian pewarna kontras berwarna putih supaya terlihat crack yang terjadi diobjek tersebut (poros). Karena pewarna partikelnya lebih besar dan lebih kental dibanding cairan penetrant, maka setelah pengaplikasian pewarna ini akan tersisa warna merah diobjek yang berarti warna merah itu, adalah crack yang terjadi dan perlu penangangan lebih lanjut.
4. Inspeksi
Seorang surveyor akan memeriksa secara visual, melihat apakah ada cairan merah dari penetrant yang menandakan ada crack dibagian tersebut. Kebetulan, poros yang diperiksa sewaku saya kerja praktek bagus, tidak ada keretakan dibagian keyway sehingga poros dapat langsung dipasang dikapal dan mendapat approval dari pihak BKI.

Aplikasi cairan penetrant di bagian keyway

Aplikasi pewarna kontras (putih) 

Inspeksi bagian keyway dan tidak ditemukan bagian yang mengalami crack

Jika terdapat keretakan, maka bagian yang merah dari penetrant akan terlihat jelas berkat warna kontras seperti gambar berikut ini disadur dari pemeriksaan cetakan moulded.


Kesimpulan:
1. Tes ini sangat murah dan tidak membutuhkan alat-alat yang ribet seperti yang dilakukan saat melakukan NDT lain.
2. Dapat diaplikasikan untuk material berbahan apapun.
3. Namun, tes ini masih kurang akurat karena tidak dapat menunjukan ketebalan crack yang terjadi.


Senin, 15 April 2013

Mengenal Jenis-jenis Kapal dan Bentuk Lambungnya

Kapal apa yang sering kamu lihat? Ro-ro, cargo, kapal ikan atau mungkin tug boat? Pada kesempatan kali ini, saya akan berikan macam-macam gambar kapal berdasarkan jenisnya sehingga dapat diketahui karakteristik bentuk lambung kapal sesuai dengan jenisnya. Ingat,bentuk lambung kapal dipengaruhi oleh Cb yaitu koefisien balok. Definisinya, perbandingan antara volume badan kapal yang tercelup dengan kotak yang dibatasi oleh B (Beam) dan T (Draught).

Cb >> berarti kapal mendekati bentuk U
Cb<< berarti kapal mendekati bentuk V
Secara teoritis, menghitung Cb banyak rumus yang dipakai menurut para ahli perkapalan namun jika sudah diketahui Displacement kapal, digunakan rumus Cb= D/(L.B.T.vc) dimana D adalah displacement, L adalah Lpp, B adalah beam (lebar kapal), T adalah draught kapal (sarat kapal) dan vc maksudnya gamma c adalah perkalian antara massa jenis air laut dan factor kulit kapal yakni 1,03.

Sekarang mari simak gambar jenis-jenis kapal berikut ini:
Kira-kira bagaimana Cb mereka masing-masing??























Tug boat


Sepertinya bahasan mengenai tug boat akan menyusul karena kapal ini istimewa jangan remehkan ukurannya karena kapal kecil ini mempunyai daya yang besar untuk mendorong sebuah tongkang atau kapal besar seukuran tanker. WOW!!

Referensi
Anonim. Pembuatan Linesplan
Suhardjito, Gaguk.2006. Rencana Garis.Freeboard Forum: Jakarta
Suhardjito, Gaguk.2006. Geometri Kapal
http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Albany_Tug_boat_Elgin.jpg

Selasa, 20 November 2012

Latihan Soal Teori Bangunan Kapal

Pada kali ini, saya akan membahas tentang latihan-latihan soal stabilitas kapal. Soalnya adalah soal pr dari dosen saya bapak Ir. Marcus Alberth Talahatu. Soalnya sebagai berikut:




Jawaban saya sebagai berikut :
Link scribd
Mohon kalau-kalau ada salah silahkan dikomen. Terima Kasih :)
Referensi buku Ship Stability For Master 5th Edition link

Kamis, 01 November 2012

Jenis- Jenis Muatan Kapal

Jenis muatan kapal sangat beraneka ragam mulai A-Z semua bisa diangkut, Demi tercapainya suatu kondisi kwalitas yang baik maupun menjaga kwalitas muatan sehingga sama dengan keadaannya pada waktu muatan itu diterima di kapal maka harus lah kita mengenal betul sebelumnya akan sifat-sifat dari muatan. Muatan-muatan yang diangkut di kapal dapat dibagi dalam golongan-golongan besar menurut sifat-sifatnya (kwalitasmya) yaitu Muatan Basah ( Wet Cargo), Muatan Kering ( Dry Cargo ), Muatan Kotor / Berdebu ( Dirty / Dusty Cargo ), Muatan Bersih ( Clean Cargo ), Muatan Berbau ( Odorous Cargo ), Muatan Bagus / Enak ( Delicate Cargo), dan Muatan Berbahaya.

1. Muatan Basah Kapal ( Wet Cargo )
Muatan basah itu adalah muatan-muatan cair yang disimpan di botol-botol, drum-drum, sehingga apabila tempatnya pecah/bocor akan membasahi muatan-muatan lainnya. Contoh : susu, bier, buah-buahan dalam kaleng, cat-cat, minyak lumas, minyak kelapa dan lain sebagainya.

2. Muatan Kering Kapal( Dry Cargo )
Muatan kering kapal adalah muatan-muatan kering yang rusak bila basah , misalnya :
  • Muatan-muatan ini tidak merusak jenis muatan lain
  • Mudah dirusak oleh muatan lain
  • Muatan kering ini harus dipisahkan terhadap muatan basah dalam palka tersendiri
  • Dalam satu palka, pemuatan muatan kering haruslah diatas dan muatan basah dibawah.
Contoh jenis muatan tepung, beras, biji-bijian, bahan-bahan pangan kering, kertas rokok dalam bungkusan, kopi, teh, tembakau dan lain sebagainya.
 
3. Muatan Kotor Kapal/ Berdebu ( Dirty / Dusty Cargo )
Muatan kotor / berdebu antara lain semen, biji timah, arang, dan lain sebagainya. Muatan ini menimbulkan debu yang dapat merusakjenis barang lain terutama muatan bersih. Setelah dibongkar muatan ini selalu meninggalkan debu atau sisa yang perlu dibersihkan. Dalam pemuatan perlu dipisahkan terhadap muatan lainnya bahkan dipisahkan terhadap sesama golongannya sendiri.
 
4. Muatan Bersih Kapal ( Clean Cargo )
Muatan bersih kapal ini tidak merusak muatan lain dan tidak meninggalkan debu atau sisa yang perlu dibersihkan setelah di bongkar. Tidak merusak jenis barang lain. Contoh : sandang, benang tenun, perkakas rumah tangga (piring, mangkok, gelas), barang-barang kelontong.
 
5. Muatan Berbau Kapal ( Odorous Cargo )
Jenis muatan ini dapat merusak / membuat bau jenis barang lainnya, terutama terhadap muatan seperti teh, kopi, tembakau dll., maupun dapat pula merusak sesama golongannya sendiri. Contoh : kerosin, terpentin, amoniak, greasy wool, crade rubber, lumber (kayu), ikan asin dll.
 
6. Muatan Bagus / Enak ( Delicate Cargo)
Yang termasuk dalam golongan ini adalah golongan muatan yang pada umumnya terdiri dari bahan-bahan pangan. Jenis barang ini dengan mudah dapat dirusak oleh barang-barang yang mengandung bau, muatan basah dan muatan kotor / berdebu. Contoh : beras, tepung, teh, tepung terigu, susu bubuk dalam plastik, tembakau, kopi.
 
7. Muatan Berbahaya
Jenis barang ini adalah golongan muatan yang mudah menimbulkan bahaya ledakan ( explosif ) maupun kebakaran. Pemuatan / pemadatan muatan ini haruslah ditempatkan yang tersendiri dan pemuatannya harus sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam buku petunjuk yaitu blue book.
Contoh : dinamit, mesin, kepala peluru, black powder, fire works, gasoline, carbon disulfide, korek api, film dll.
Terdapat jenis barang-barang yang digolongkan sebagai muatan yang bersifat netral artinya bahwa muatan yang tidak rusak / dapat dirusak oleh muatan-muatan lainnya, seperti : rotan, bambu, kayu balok, timah, muatan dalam container dll

Sumber: 
http://kapal-cargo.blogspot.com/search/label/ARTIKEL%20KAPAL